Powered By Blogger

Minggu, 13 Januari 2013

Jalan - jalan ke Sulawesi Selatan ~ Makassar

Tak terasa kita sudah masuk ke akhir penghujung tahun 2012. Awalnya sangat membingungkan bagi kami sekeluarga untuk memutuskan akan berlibur di mana. Beberapa dari teman kami menyarankan untuk pergi ke Makassar, selain kulinernya yang amat menggoda, ternyata Makassar merupakan kota yang ramai dan memiliki berbagai tempat rekreasi yang patut untuk dikunjungi.

HARI KE 1


17 Desember 2012 - Hari pertama kami menapakkan kaki di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Welcome To Makassar!!! Kami langsung menuju hotel kami yang dekat pusat kota dengan taksi (Rp.87.500,-). Setelah istirahat sejenak di dalam hotel (Benoa), kami tidak mau membuang waktu, sekitar jam 10 pagi kami pergi ke Trans Studio Mall Makassar, (tentunya terdapat Trans Studio di dalam).

Perjalanan kesana hanya memakan waktu sekitar 10 menit menggunakan taksi (argometer). Disambut dengan pintu gerbang Trans Studio membuat kami semakin bersemangat untuk mencoba wahana - wahana yang ada di dalamnya. Tak lupa sebelum masuk ke dalam Trans Studio, kami menyempatkan diri untuk makan di dalam Trans Studio Mall yang megah itu.

Tarif Tiket masuk ke Trans Studio Makassar
Hari Biasa : Rp 100.000,-/ orng
Hari Libur/Raya : Rp 150.000,-/ orng
Belum termasuk kartu Trans Studio (Rp 10.000,-/ kartu)
Kartu tersebut digunakan untuk bertransaksi di dalam Trans Studio, baik untuk makan maupun untuk berbelanja souvenir ala Trans Studio.

Langsung saja kami masuk ke dalam, Trans Studio memiliki konsep indoor yang menakjubkan, sehingga tak heran kami bersama pengunjung lainnya langsung berfoto - foto. Terdapat 22 wahana di dalam Trans Studio Makassar (ditambah satu wahana terbaru -- Giant Swing). Setelah puas kami menjelajahi wahana yang ada di dalam Trans Studio, tak lupa kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Science Center dan menonton 4D serta Theater Trans Studio. Kami bermain disana sepanjang hari. Setelah selesai kami mencoba segala rekreasi yang ada di dalamnya, kami memutuskan untuk pulang ke hotel.


HARI KE 2
Kami menyewa mobil dari hotel (Rp 450.000,- termasuk uang bensin + supir) untuk berkeliling kota Makassar alias City Tour.

Rute perjalanan kami yang pertama adalah Fort Rotterdam, yang merupakan benteng yang mengisahkan kejayaan Kerajaan Gowa pada abad ke 17. Untuk masuk ke dalam sana kami tidak dipungut biaya apapun, cukup hanya mengisi buku tamu dan sumbangan untuk perawatan Kawasan Fort Rotterdam.

Rute perjalanan kami ke 2 adalah Museum Kota Makassar dan tidak jauh dari sana kami dapat menemukan area China Townnya Makassar. Kami menyempatkan diri untuk berfoto - foto disana.

Setelah itu, kami pergi ke Monumen Mandala. Monumen Mandala merupakan bangunan yang memiliki ketinggian sekitar 75 meter di Pusat Kota Makassar. Monumen Mandalah merupakan tanda pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah.

Hari beranjak siang, kami memutuskan untuk mencari tempat makan. Kami pergi ke mal Karebosi.
Mal Karebosi adalah mal yang terletak di bawah tanah (diatasnya lapangan sepak bola). Mal Karebosi adalah kawasan perbelanjaan layaknya Mangga Dua dan ITC Cempaka Mas di Jakarta. Food Court di Karebosi sangatlah luas, sehingga kami sangat leluasa dalam membeli makanan yang kami suka.

Setelah selesai mengisi perut, kami tidak hanya tinggal diam saja disana, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Rute kami selanjutnya adalah Makam Pangeran Diponegoro. Kompleks makam Pangeran Diponegoro dibangun secara sederhana. Suasana yang bersih, rapi, dan hening. Disinilah disemayamkan tubuh Pangeran Diponegoro beserta mendiang istrinya, 6 anak, 19 cicit, dan 9 orang pengikut setia Pangeran Diponegoro.

Tidak lama - lama kami disana, kami memutuskan untuk pergi ke Monumen Korban 40.000 jiwa Sulawesi Selatan. Disinilah tempat pemakaman massal 40.000 orang yang dibantai oleh Belanda (pemimpin : Westerling).

Kami melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Akkarena, yang merupakan rekreasi pantai masyarakat Makassar. Biaya masuk ke  Pantai Akkarena = Rp 5.000,-/orng. Kami menyempatkan diri untuk berfoto - foto dan merasakan nikmatnya hembusan angin pantai Makassar. Sayang, kami tidak menyempatkan diri untuk berenang disana. Pantai Akkarena tertata dengan rapi dan bersih, sehingga tidaklah kecewa bila kita kesana untuk berenang atau sekadar bersantai - santai.

Perjalanan kami selanjutnya lumayan memakan waktu yang cukup lama, tetapi hal itu tidak terlalu kami rasakan karena rasa ingin tahu dan semangat kami. Kami pergi ke Benteng Sombu Opu, hanya tersisa segelintir benteng yang masih berdiri kokoh menjadi saksi akan kegigihan Sultan Hasanuddin beserta rakyatnya mempertahankan tanah tercinta mereka dari serangan penjajah. Di dekat Benteng Sombu Opu kami juga mengunjungi kompleks - kompleks rumah adat khas Sulawesi secara mendetail, misalnya  rumah adat Toraja dari desa Toraja.

Dalam perjalanan kembali ke pusat kota, tak lupa kami mengunjungi Masjid Raya Makassar.
Juga tidak ketinggalan untuk mengunjungi Gereja Katedral Makassar yang merupakan gereja tertua di Makassar.

Malam harinya kami pergi ke Mal Panakkukang. Mal Panakkukang merupakan mal terbesar di Makassar, karena merupakan penggabungan beberapa kompleks mal. Mal Panakkukang merupakan kawasan Shopping Center yang besar dan lengkap.

Hari sudah semakin malam, kami memutuskan untuk pulang ke hotel, dan beristirahat.

HARI KE 3
Hari ini merupakan hari terakhir kami di Makassar. Walaupun kami merasa sedih, tetapi memang tak lepas dari itu kami harus kembali ke rumah kami di Jakarta. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk berjalan kaki menuju Pantai Losari yang ternyata amat dekat dengan hotel kami. Suasana Pantai Losari amat ramai dan terdapat Masjid Raya yang baru dibangun serta Kawasan Pantai Losari yang juga baru dikeramik.

Malamnya, kami pulang ke Jakarta. Jakarta kami kembali...

KULINER
Kami juga tidak melewatkan bagian ini, yaitu KULINER. 
  1. Coto Makassar
  2. Es Pisang Ijo/ Palu Butung
  3. Konro Bakar
  4. Pisang Epe    


Senin, 09 Juli 2012

Perjalanan Hemat bersama Keluarga ke Manila dan Taipei


Perjalanan Hemat Manila – Taipei – Manila bersama Keluarga …

Hari Libur anak sekolah pun telah tiba walau tidak terasa … Tentu saja kami sekeluarga berencana untuk berpergian ke tempat dimana kami dapat mengukir kenangan yang indah bersama dengan keluarga tercinta … Setelah kami browsing internet selama beberapa waktu, kamipun mendapat inspirasi akan pergi kemana … Manila dan Taipei pada tanggal 25 Juni – 4 Juli 2012 …

HARI 1
Kami berangkat dari lapangan terbang Soekarno Hatta terminal 2 pada pukul 00.30. Walaupun keadaan diluar pesawat sangat gelap, maksudnya larut malam, hal tersebut tidak mematahkan semangat kami akan rasa kantuk yang hebat. Kami sangat berharap untuk melihat indahnya kota pertama yang akan kami tuju yaitu MANILA … {perjalanan membutuhkan waktu 3 jam 45 menit}

TIPS: Bila melakukan perjalanan malam apalagi membawa keluarga, maka akan lebih baik jika membawa bekal sekadar mengganjal perut atau membawa uang yang lebih untuk membeli makanan dalam pesawat, agar tidak kedinginan apalagi masuk angin. Sayangkan, bila hari pertama kita sakit …

HARI 2
Kami sampai keesokan harinya. Perbedaan waktu dengan Manila 1 jam lebih cepat. Sehingga saat kami tiba jam menunjukkan pukul 06.00… Tentu saja kami sangat mengantuk dan letih… Tetapi begitu kami menginjakkan kaki di NINOY AQUINO INTERNATIONAL AIRPORT, hilanglah rasa lelah kami …

Kami hendak pergi ke penginapan yang akan kami tempati … di depan bandara ada yang namanya shuttle bus (warna putih) yang akan membawa kita ke terminal busnya Manila (EDSA) dan salah satu MRT (Taft Avenue), serta jalur LRT (Taft Avenue) bus putih yang akan membawa kami seharga 20 peso per orang …

Setelah sampai, kami sarapan pagi di Chowking … Kenyang mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki MRT … Harga MRT antara 10 – 15 peso per orang tergantung jauhnya stasiun yang akan kita tuju … Kami ingin menuju Stasiun Kamuning karena disana penginapan kami berada ... Untuk sampai ke sana kami perlu mengeluarkan kocek sebesar 14 peso per orang …

Setelah sampai di tempat tujuan, kami perlu berjalan sedikit ke tempat penginapan kami … Dan kamipun beristirahat sebentar untuk memulihkan stamina …

Sore harinya kamipun tidak hanya berdiam di tempat … Kebetulan kami berada di Quezon City yang merupakan daerah yang ramai dengan makanan dan shoppingnya … Jantungnya Quezon City terdapat monumento statue Thomas, tak usah disuruh, kamipun mengambil foto disana… sambil menikmati indahnya matahari yang mulai terbenam … Kami pergi ke supermarket di Mall Terazzo untuk belanja beberapa snack … Setelah itu kami makan disekitar sana dan pulang beristirahat untuk memulai hari esok …
TIPS : 
    1.Jangan takut untuk bertanya, orang di Manila sangat ramah. Kebanyakan dari mereka bisa berbahasa Inggris … Sehingga kita tak harus berpusing – pusing mempelajari bahasa Tagalog.    2.Hati – hati dengan makanan yang kadang terbuat dari babi. Sehingga apabila kita hendak membeli makanan, ada baiknya bila kita bertanya Pork or Chicken or Beef ??                                3.Di Filipina sering terjadi cuaca yang berubah – ubah. Terkadang panas sekali dan terkadang hujan deras sekali … Sehingga sangatlah penting bila kita membawa topi dan payung {Sedia payung sebelum hujan}

HARI 3
Cuaca cerah … pertanda baik bagi kami. Langsung saja kami bergegas pergi, mumpung terik matahari belum menyengat … Kami pergi ke MOA (Mall Of Asia) yang merupakan tempat yang wajib dikunjungi apabila pergi ke Filipina dengan menggunakan JEEPNEY (Angkutan umum khas Filipina) membayar antara 7 – 8,5 peso. MOA merupakan mall yang terbesar di Asia Tenggara yang mencakup 7 kali lebih besar dari mall – mall besar di Jakarta …

Kami berjalan – jalan seputar MOA sampai rasanya kaki kamipun terasa penat. Disalah satu komplek MOA terdapat ice skatting, tapi kami memang tidak berencana untuk berselancar di atas es untuk sementara ini. Kamipun berjalan sampai keujung dari mall ini yang terdapat pemandangan pantai yang indah dan juga permainan layaknya Dufan.

Saat siang hari kamipun pergi ke Greenhills Shopping Center yang merupakan pusat perbelanjaan yang wajib dikunjungi bagi para pecinta belanja, lantaran harganya yang murah seperti Mangga Dua. Kami kesana menggunakan Jeepney kemudian kami turun untuk naik Bus karena perjalanannya cukup jauh (Harga 25 peso).
Kami berkeliling disana sampai malam, dan memutuskan untuk pulang …

HARI 4
Hari ini perjalanan yang cukup panjang. Kami pergi menggunakan MRT kembali ke Taft Avenue dan melakukan interchange LRT menuju Stasiun U.N Avenue (Jalur LRT = 15 peso). Setelah sampai, kamipun berjalan sedikit, dan sampailah kami di Rizal Park, yang didirikan untuk mengenang salah satu tokoh dan pahlawan Filipina yaitu Dr. Rizal. Didalam komplek taman Rizal kamipun berkeliling dan berfoto – foto di setiap tempat, monument, taman, dll.



Saat tengah hari setelah makan siang, kamipun berjalan sekitar 1,23 km ke kota Intromorus yang sangat terkenal dengan bangunan ala Eropanya. Setelah kami sampai, kami menyewa Tagalog Bike untuk berkeliling ke sudut dari kota – kota tersebut. Tentu saja sang pengendara Tagalog Bike dengan senang hati mengantarkan kami ke tempat yang penuh sejarah dan keindahan. Harga Tagalog Bike = 100 peso per 30 menit.
St. Agustine

Foto di salah satu gedung di Intromorus

Tagalog Bike

Katedralnya Manila

Petang hari, kami berjalan pulang kembali ke Rizal Park. Alasan kami kembali lagi ke Rizal Park untuk melihat Musical Fountain yang dapat dilihat secara Cuma – Cuma alias GRATIS… Dimulai Pukul 06.00 sore … Duduk melihat indahnya air menari – nari dan angin laut yang berhembus.

Sudah larut malam, dan kamipun harus kembali ke tempat penginapan untuk memulai hari esok yang sudah menunggu.
TIPS: Beranilah untuk tawar menawar saat hendak menyewa Tagalog bike, Tagalog Motorcycle, maupun delman…



HARI 5
Kami hari ini beristirahat total untuk persiapan penerbangan malam menuju Taiwan. Kami pergi ke Ninoy Aquino dengan menggunakan MRT ke Taft Avenue, terminal EDSA menggunakan shuttle bus (warna putih) untuk kembali ke Airport, dengan harga yang sama.
Pukul 10.22 malam kami berangkat ke Taiwan. Perjalanan memakan waktu 2 jam, dan tidak ada perbedaan waktu antara Manila dan Taipei.
Biaya Airport Tax Ninoy Aquino = 550 peso per orang

HARI 6
Kami sampai tepat tengah malam di TAO YUAN INTERNATIONAL AIRPORT. Kami pergi ke tempat penginapan kami dengan menggunakan bus menuju Taipei main station yang merupakan pusat berbagai jalur MRT, Railway station, dan terminal bus. Harga NT 125 per orang. Karena kami sampai disana dalam keadaan subuh, maka MRT belum buka (Mulai jam 06.00 pagi), akhirnya kami memutuskan berjalan kaki menuju hotel tempat kami menginap yang sangat kebetulan sangat dekat dengan Taipei Main Station. (Syukurlah). Kami melepaskan penat sejenak di hotel dan kembali lagi berjalan – jalan di sekitar hotel, yang tidak kami sangka adalah pusat kota Ximen City yang merupakan Night Market yang wajib dikunjungi dan pernah menjadi tempat syuting film F4 (Meteor Garden) …

Karena masih pagi tentu saja belum buka (Hahahaha). Kami pergi Taipei 101 dan Taipei City Hall menggunakan MRT dari Ximen St. menuju Taipei Main St. interchange menuju City Hall St.  (Harga MRT antara NT 20 – NT 50)

Taipei 101



Kami hanya perlu berjalan sedikit untuk  sampai ke tempat tujuan, sungguh sangat mudah!
Sesudah itu kami berjalan menyebrang dari Taipei 101 sekitar beberapa blok menuju Gedung Dr. Sun Yat Shen yang merupakan tokoh pendiri Negara Taiwan. Kami pun melihat – lihat ke dalam yang terdapat museum tentang beliau dan monument beliau.
Kami pulang ke hotel … 


Malam hari kami tidak mau ketinggalan menikmati indahnya night market Ximen City… Segala makanan, baju, sepatu, sandal, kerajinan tangan, lukisan, dan bahkan akrobat – akrobat pengamen jalanan yang begitu fantastis … Setelah larut malam, kami kembali ke hotel kami.

TIPS:  Faktor bahasa sangatlah diperlukan di Taiwan, Bahasa Inggris tidak terlalu dominan di Taiwan …
 
HARI 7
Kami memulai pagi hari yang cerah dengan sarapan sandwich yang lezat diujung jalan Ximen City… Kami berangkat dari Ximen st. menuju Taipei main st. interchange menuju Shilin st. Dari sana kami naik bus nomor 260 menuju Yang Ming Shan National Park … harga NT 15.
Setelah sampai, kami menggunakan bus kecil nomor 108 untuk berkeliling. Pemandangan disana masih asri dan hijau, kami tidak pernah menyesal karena berkunjung kesana! J harga NT 15.

Setelah puas melihat National park yang indah di pegunungan kami pergi ke pantai… Kembali mengggunakan bus nomor 260 ke Shilin st. naik MRT ke Taipei main.st interchange ke TamSui (biaya NT 50). Disana merupakan pemandangan yang sangat mengesankan yang pernah kami lihat. Ada gunung, ada kota, dan ada laut. Sangat jarang view tersebut didapat kalau bukan di Tam Sui. Sangat ramai dan penuh dengan jajanan pasar yang menggiurkan.
Saat sore kami memutuskan untuk pulang kembali ke Hotel …


HARI 8
Kami pergi ke  Tjiang Kai Sek Memorial Hall … yang merupakan presiden pertama di Taiwan … Kami pergi dari Ximen st. ambil jalur hijau ke C.K.S Memorial Hall … (NT 20)… seberang kompleks Tjiang Kai Sek terdapat National Central Library  …


Dari sana kami berjalan kaki sekitar 2 blok menuju tempat kediaman presiden sekarang ini bekerja … Dan setelah itu kami pergi ke National Palace Museum naik bus no 340 (NT45).
Untuk masuk ke dalam National Palace Museum kami harus mengeluarkan kocek (NT 180 – 200)…


Kami pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore …  Dan langsung menuju Tao Yuan International Airport untuk kembali lagi ke Manila … Good Bye Taiwan !

HARI 9
Tiba di Manila … hari ini merupakan hari bebas bagi kami, lantaran ingin menikmati keindahan dan kesibukan kota Manila … Kami menghabiskan waktu untuk istirahat dan berbelanja makanan untuk mengganjal perut …

HARI 10
Hari terakhir kami di Manila… Kami memutuskan untuk pergi ke Araneta Colisium yang katanya merupakan tempat dulu Moh. Ali bertanding tinju mempertahankan gelar juaranya… Araneta Colisium tidak lagi dijadikan tempat bertanding melainkan menjadi sebuah mall dan gedung theater yang megah … Cara perginya = naik MRT menuju Araneta – Cubao (12 peso)
Tidak menyesal kami kesana, untuk mencuci mata dan menghabiskan waktu bersama… Setelah puas berjalan .. Kami pulang ke penginapan dan bersiap untuk penerbangan malam … Selamat Tinggal Manila !

Senin, 02 April 2012

Ini adalah karya puisi karangan Chairil Anwar...
Aku sengaja menaruh ini di blogku..
Soalnya sangat berkesan saat pertama kali aku membacanya dari blog teman...
Asikk ... aku bisa membagikan kepada kalian... sahabat blogku.... ^^
Selamat Membaca,,,


AKU
Karya : Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi


KRAWANG-BEKASI
Karya : Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Kamis, 16 Februari 2012

Can't Take My Eyes Off You



 Hai temen - temen, ini lirik lagu Can't take my eyes off you yang dinyanyiin oleh Barry Manilow.....

You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you
You'd be like heaven to touch 
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
And I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you

Pardon the way that I stare
There's nothing else to compare
The sight of you leaves me weak
There are no words left to speak
But if you feel like I feel
Please let me know that it's real
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you

I love you baby,
and if it's quite alright,
I need you baby
to warm the lonely night
I love you baby
Trust in me when I say
Oh pretty baby,
don't bring me down, I pray
Oh pretty baby
now that I found you, Stay
And let me love you, baby
Let me love you ...

(chorus)

I love you baby
and if it's quite alright
I need you baby
to warm the lonely night
I love you baby
Trust in me when I say
Oh pretty baby
don't bring me down,I pray
Oh pretty baby
now that I found you, Stay
Oh pretty baby
Trust in me when I say
Oh pretty baby ...
Oh pretty baby,
don't bring me down, I pray
Oh pretty baby
now that I found you, Stay
And let me love you, baby
Let me love you ...
 

Jumat, 23 Desember 2011

Perjalanan ke Balikpapan dan Samarinda (Kal - Tim)

Berangkat ke Balikpapan

Pada tanggal 17 Desember 2011, Sekolah sudah libur, dan telah usai pembagian raport Semester I, kami sekeluarga hendak menghabiskan hari libur ini yang sekaligus merupakan Hari Natal untuk pergi ke luar kota. Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Kal-Tim, dengan ibukotanya Samarinda. Alasan kami memilih kota ini untuk menjadi tempat wisata kami saat Natalan adalah yang pertama kami ingin mengunjungi teman lama, dan juga banyak orang yang bilang kalau kota Balikpapan terkenal bersihnya dan pantainya juga bagus - bagus. Jadi kami memutuskan untuk pergi pada tanggal 18 Desember 2011. Sebenarnya tanggal ini sudah kami rencanakan dari jauh - jauh hari, supaya kami tidak perlu repot mengurus tiket pesawat saat liburan nanti. Kami berangkat dari Lapangan Bandara Soekarno-Hatta pada jam 5 sore dengan naik pesawat Batavia Air.


Kami tiba di Bandara Sepinggan pukul 8 malam WIB, perbedaan waktu di Jakarta dengan di Kal-Tim adalah 1 jam. Sehingga bila dihitung dengan waktu di Balikpapan, maka kami sampai pukul 9 malam. Tentu saja kami kelaparan, karena kami semua belum makan malam, dan kami pun bertanya kepada salah satu petugas di sana di mana pusat makanan atau resto terdekat. Ia memberitahu di sebelah bandara Sepinggan, terdapat gedung atau mall yang baru di bangun namanya B-Square. Kami pun lekas pergi ke sana, memang benar mallnya sangat baru, masih tercium bau semen dan catnya. Walaupun begitu, pertokoan, resto, dan cafenya mulai ramai. Kami pun makan di Restoran Solaria..... MMmmm enakk!! Kami betul - betul sangat laparr...

Setelah kami makan, kami pun pergi mencari taksi di koperasi taksi tersebut, cukup menggocek kantong Rp. 45.000,- sampai deh di tempat tujuan.. Kami langsung pergi ke Hotel kami di Hotel Mirama... Suasana kota Balikpapan tertata dan bersih... Lalu sesampainya kami di Hotel, tentu saja kami Check In... Mandi dan tidur.

Hari - I di Balikpapan

Esoknya, kami menyewa sebuah mobil yang lengkap beserta supirnya. Jangan takut karena tidak menemukan mobil untuk disewa, karena biasanya supir - supir tersebut suka 'mangkal' di depan hotel - hotel, ada 2 tipe cara menyewa mobil yang diberlakukan di sana:
  1. Menyewa mobil tersebut dengan syarat pada dua jam pertama kami harus membayarnya sebesar Rp. 100.000,- dan setelah jam berikutnya kami cukup membayar Rp. 50.000,-
  2. Menyewa mobil tersebut dari pagi sampai sore dengan mengeluarkan Gocek sebesar Rp. 500.000,-
Kami memilih yang pertama, karena kami tidak berencana berpergian terlalu lama dan terlalu jauh di Balikpapan. Rute pertama yang kami tuju adalah Pergi ke Penangkaran Buaya di Tritip, Balikpapan. Perjalanan memakan waktu setengah jam dari hotel kami. Untuk melihat koleksi buaya didalamnya satu orang dikenakan biaya sebesar Rp.10.000,-

Kami pun tidak berlama- lama di satu tempat itu saja. Kami pun naik mobil lagi dan pergi ke Pantai Lamaru, yang lumayan dekat dengan kawasan Penangkaran Buaya ini. Suasana pantainya masih asri dan sejuk saat di pagi hari ini. Kami tak ingin melewatkan kenangan ini, sehingga kami pun berfoto - foto di sana.



Setelah usai kita berfoto - foto, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Manggar. Disana kami tak mau hanya diam diri saja. Tentu saja kami berfoto - foto, sungguh mengasyikkan dan pengalaman yang tidak akan dilupakan. 

Setelah usai berfoto - foto, kami sempat makan cemilan yang kami bawa sambil menikmati angin sepoi - sepoi dari Pantai Manggar. Kami melanjutkan perjalanan kami ke Taman Bekapai, yang merupakan taman rekreasi bagi masyarakat di sekitarnya. Taman Bekapai begitu terjaga kebersihan dan keindahannya, sehingga kami merasa puas dan tidak menyesal karena telah mengunjungi Balikpapan.

Tidak puas sampai disitu kami pun pergi ke Monumen Revolusi Perjuangan. Dan di pinggir monumen itu kami bisa melihat secara langsung pantai yang begitu kemilau dan indah. Serta di sekeliling Monumen ini terdapat taman sehingga menjadikan suasana tambah asri dan sejuk.



Setelah itu kami pergi ke Kemala Beach yang baru - baru ini dibuka, Banyak pohon rindang di sana. Dan di sana juga terdapat resto yang menghadap ke pantai Kemala ini, sangat mengesankan.


Perjalanan hari ini cukup melelahkan, tapi kami masih tetap semangat. kami mengunjungi Tugu Australia.
Kami melanjutkan perjalanan kami ke Pasar Inpress Kebun Sayur untuk berbelanja buah tangan yang akan kami bawa kepada orang - orang yang kami cintai di Jakarta. Harga - harga barang - barang di sana terjangkau, sehingga kita dapat membeli dengan jumlah yang banyak. 


Perjalanan kami telah usai, kami memutuskan untuk kembali ke hotel kami. Kami mandi, makan, dan istirahat sejenak. Kemudian kami Check Out dari hotel Mirama. Kami naik taksi Argo ke Terminal Batu Ampar untuk pergi ke Kota Samarinda. Kami naik bus di Terminal Batu Ampar, ada 2 kategori bus yang menjadi sarana transportasi masyarakat dari Balikpapan ke Samarinda, yaitu:
  1. Bus tanpa AC, Rp. 21.000,-/orang
  2. Bus ber-AC, Rp. 27.000,-/orang
Perjalanan kedua kategori bus ini ditempuh dalam waktu yang sama yakni kurang lebih 2 jam. Seperti layaknya dari Jakarta pergi ke Puncak. Di tengah perjalanan kami melewati Bukit Soeharto yang merupakan kawasan Hutan Lindung, benar - benar sangat asri. Hutannya masih lebat disana, sehingga serasa kami mendapat oksigen begitu melimpah di sana. Setelah kami sampai langsung kami menuju hotel kami dengan Angkot yang terdapat di kota Samarinda, Kami hanya perlu merogoh gocek antara Rp.3000,- sampai Rp. 4.000,- per orang. Akhirnya kami sampai juga di hotel yang akan kami inapi yaitu Hotel Mesra. Setelah begitu lamanya kami di bus, kamipun juga merasakan penat di badan kami. Sehingga begitu sampai di Hotel kami langsung Check in dan langsung 'nyebur' untuk berenang sepuasnya.

Tentu saja setelah kami berenang, kami merasa lapar. Kami pergi untuk berjalan - jalan di luar hotel sekaligus mencari makan. Suasana kota di Samarinda sangat ramai, di seberang Hotel kami terdapat sebuah Mall yang bernama Plaza Mulia, kami masuk dan berjalan - jalan di dalamnya. Sekaligus berbelanja cemilan untuk keperluan kami besok. Kami pun memutuskan makan di dalam Mall tersebut. Hari ini benar - benar Puas?!!

Hari Ke-2 di Samarinda

Kami naik Taksi Argo untuk pergi ke rumah teman lama kami yang sudah bertahun - tahun kami tidak saling bertemu. Kami pergi ke rumahnya yang berada di Jalan. Nahkoda. Tentu kami di sana saling melepas rasa rindu kami. 




Setelah itu kamipun kembali ke hotel kami untuk beristirahat sejenak agar kami dapat melanjutkan perjalan kami pulang ke Balikpapan dengan menggunakan bus antar-kota. Kami pun pergi ke Terminal Sungai Kunjang dengan menggunakan Angkot dan mencari bus yang siap untuk kembali ke Balikpapan. Perjalanan kembali ke Balikpapan kurang lebih memakan waktu 2 jam. Setelah sampai di Batu Ampar, kami naik taksi Argo untuk kembali lagi ke hotel kami yang terdahulu yakni Hotel Mirama. Kami check In dan mandi. Setelah itu kami pergi jalan kaki ke luar hotel untuk melihat suasana kota Balikpapan di malam hari. Sekaligus kami mencari makan. Kami makan soto di sana, rasanya benar - benar enakk....


Hari ke - 3 Pulang ke Jakarta

Walaupun perjalanan kami sudah selesai namun, kami sangat senang karena Perjalanan ke Kal- Tim sangat meninggalkan moment- moment yang tidak akan pernah terlupakan bagi kami sekeluarga. Selamat Tinggal Samarinda, Selamat tinggal Balikpapan!!!