Powered By Blogger

Kamis, 30 Juni 2016

PERJALANAN 9 HARI 8 MALAM SINGAPORE – MYANMAR – SINGAPORE BERSAMA KELUARGA



Liburan musim panas kali ini, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi keindahan negara Myanmar yang terkenal dengan pagoda emas, religi, dan budayanya. Untuk sampai ke Yangon, kami harus melalui transit ke negara Singapore terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan tidak ada penerbangan langsung Jakarta ke Yangon pada saat itu, sehingga kami harus membeli tiket ke Singapore baru dilanjutkan ke Myanmar. Berikut adalah kisah perjalanan kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bagi teman – teman yang ingin berwisata ke Myanmar.

HARI 1

Hari pertama, kami tiba di Changi International Airport Singapore pada malam hari. Selama menunggu perjalanan selanjutnya, bandara Changi menawarkan berbagai macam fasilitas menarik layaknya sebuah mall yang dinamakan mall transit. Banyak spot – spot yang dapat digunakan oleh penumpang transit seperti hotel transit, charging station, free wifi, restaurant, shopping area, tourist information, kids area, dan masih banyak lagi.


HARI 2

Pada dini hari, kami melakukan check in untuk penerbangan selanjutnya ke kota Yangon. Dan kami tiba di Yangon sekitar pukul 7 pagi waktu Yangon. (GMT+6.5). 

Jangan khawatir bila anda bepergian ke negara Myanmar, walau permasalahan yang sering ditemui wisatawan adalah bahasa, warga disana sangat ramah, jujur, dan berusaha membantu kita bila mengalami kesulitan.

Kami membooking sebuah taksi dengan tujuan Aung Mingalar Bus Station seharga 6000 kyatt. Di stasiun bus tersebut kami memesan bus JJ Express seharga 8400 kyatt per orang dengan tujuan Nay Pyi Daw yang merupakan ibu kota Myanmar saat ini. Perjalanan kesana memakan waktu selama 4.5 – 5 jam, dengan kondisi jalan yang lancar dan mulus, serta ada satu kali pemberhentian untuk sekadar istirahat dan makan.

Setelah sampai di Nay Pyi Daw, kami langsung diantar oleh bus ke hotel tujuan yang sudah kami reservasi sebelumnya di Jakarta. Kami meletakkan barang – barang kami, beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan malam kami ke mall di Nay Pyi Daw.


HARI 3

Kami tidak terlalu terburu – buru untuk menyelesaikan perjalanan kami di Nay Pyi Daw. Pada pagi harinya kami menikmati segala fasilitas yang ada di dalam hotel. Setelah itu, kami membooking sebuah taksi untuk melakukan city tour mengelilingi kota Nay Pyi Daw seharga 35000 kyatt, dengan rute perjalanan sebagai berikut:

National Herbal Park Nay Pyi Daw
Taman ini di desain oleh pemerintah setempat sebagai daerah resapan air hujan, sekaligus penanaman tanaman obat – obatan yang digunakan untuk pengobatan tradisional di Myanmar. Tidak hanya itu, taman ini memang juga dibuat untuk menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk menikmati keindahan taman tersebut, dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan.



City Hall of Nay Pyi Daw
Selanjutnya kami diajak oleh driver kami ke City Hall, yang merupakan pusat pemerintahan negara Myanmar. Akan tetapi, gedung tersebut masih tertutup untuk umum, sehingga biasanya wisatawan hanya diperbolehkan untuk mengambil gambar dan video dari depan gerbang saja.


Zoological Garden Nay Pyi Daw
Sering juga disebut Safari Park Nay Pyi Daw, yang sebenarnya mirip dengan safari yang kita kunjungi di Indonesia. Tike masuk ke dalam Safari Park adalah 9000 kyatt per orang, dan disarankan untuk menyewa buggy car untuk mengelilingi kebun binatang yang sangat luas ini yaitu sebesar 5000 kyatt.

Uppasanti Pagoda
Perjalanan kami berlanjut ke Pagoda Uppasanti, yang merupakan pagoda terbesar di kota Nay Pyi Daw. Untuk masuk ke dalam Pagoda Uppasanti tidak dikenakan biaya apapun, akan tetapi bila teman – teman ingin melakukan donasi, tersedia banyak kotak donasi di dekat gerbang masuk pagoda Uppasanti ini.

Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.

Nay Pyi Daw Water Fountain Garden
Setelah malam tiba, kami diajak untuk menikmati keindahan water fountain garden di Nay Pyi Daw. Bersama dengan turis – turis dan masyarakat Myanmar, kami menikmati keindahan taman air yang luas dan begitu asri, hingga larut malam.

Nay Pyi Daw Myoma Night Market
Setelah malam tiba, kami melanjutkan perjalanan terakhir kami ke Myoma Night Market. suasana pasar malam yang begitu hidup dan ramai, membuat kami bersemangat untuk menjelajahi setiap sudutnya. Disini teman – teman akan menemukan begitu banyak makanan unik khas Myanmar dan tentunya dengan harga yang terjangkau. 
Jangkrik besar

Kembali Ke Yangon
Setelah selesai perjalanan city tour, kami kembali ke tempat peristirahatam, dan bersiap – siap untuk melakukan perjalanan darat menggunakan bus E lite (7500 kyatt per org, Myoma Bus Station) kembali ke Yangon. Saran: gunakan bus E lite atau JJ Express bila ingin pergi ke Nya Pyi Daw atau Yangon, karena bus ini dilengkapi AC, kondisi baik, dan memiliki kursi yang luas.

HARI 4

Kami tiba di Yangon sekitar pukul 4 dini hari, kami langsung mencari taksi untuk mengantar kami ke hotel tujuan kami dengan harga 8000 kyatt. Perlu diingat: Aung Mingalar Bus Station terletak di pinggir kota. Kami melakukan early check in dan beristirahat memulihkan energi terlebih dahulu.

Botahtaung Pagoda
Siang harinya, kami berjalan kaki menuju Botahtaung Pagoda yang dekat dengan hotel kami. Tidak seperti Uppasanti Pagoda yang bebas biaya masuk, Botahtaung Pagoda memberlakukan tiket sebesar 2000 kyatt per org untuk turis manca negara.
Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.

Yangon River atau Sungai Irrawaddy
Tidak jauh dari Botahtaung Pagoda, kami mengunjungi sungai Irrawaddy yang merupakan sungai terbesar di Myanmar. Bila teman – teman memiliki waktu yang luang, teman – teman bisa membeli tiket cruise dari sana untuk menikmati sunset dan menikmati keindahan Yangon river.


HARI 5

Keesokan harinya kami memutuskan untuk mengelilingi kota Yangon dengan menyewa sebuah taksi seharga 35000 kyatt dari pukul 8 pagi sampai 5 sore waktu Myanmar. Berikut adalah urutan perjalanan kami:

Mahabandoola Park
Mahabandoola Park, merupakan taman yang luas di pusat kota Yangon, atau disebut juga alun – alun kota.

Sule Pagoda
Di dekat Mahabandoola Park, terdapat Sule Pagoda yang merupakan icon di negara Myanmar setelah Swhedagon Pagoda. Untuk masuk ke dalam Sule Pagoda, kami hanya membayar secara sukarela ke dalam kotak donasi.

Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.


City Hall
Masih satu kompleks dengan Mahabandoola Park dan Sule Pagoda, kami dapat melihat city hall dari kejauhan.

Kan Daw Gyi Lake
Kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Kan Daw Gyi Lake, dimana terdapat Karaweik Palace. Karaweik Palace merupakan sebuah kapal emas yang besar dan merupakan tempat ibadah seperti pagoda. Untuk masuk ke Karaweik Palace pengunjung perlu mengeluarkan kocek sebesar 300 kyatt per org dan 1000 kyatt bila teman – teman ingin menggunakan kamera di dalam.

Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.

Reclining Buddha (Chaukhtatgyi Buddha Temple)
Perjalanan kami selanjutnya adalah menuju Chaukhtatgyi Buddha Temple, yang merupakan patung Buddha terbesar di Myanmar. (tidak ada tiket masuk)

Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.


Sitting Buddha (Nga Htat Gyi Pagoda)
Di dekat Reclining Buddha, kami juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Nga Htat Gyi Pagoda. (tidak ada tiket masuk)

Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.


White Marble Buddha (Kyauk Taw Gyi Pagoda)
Disini kami dapat melihat patung Buddha yang dilapisi dengan marmer putih. Lokasi wisata ini wajib dikunjungi setelah Reclining dan Sitting Buddha.

Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.

White Elephant
Di dekat Kyauk Taw Gyi Pagoda, terdapat penangkaran gajah putih atau white elephant. Sebenarnya gajahnya tidaklah putih, melainkan berwarna pink kecoklatan. Masyarakat Myanmar mempercayai bahwa gajah putih merupakan makhluk terpenting dalam budaya dan perekonomian Myanmar.



Inya Lake
Setelah mengunjungi beragam tempat wisata, kami menghilangkan rasa lelah kami dengan mengunjungi Inya Lake. Disana kami duduk di restoran dan meyantap menu – menu khas Myanmar sembari menatap indahnya Danau Inya. Suasana yang begitu sejuk dan hujan gerimis, membuat kami semakin lahap menyantap makanan kami.



Aung San Suuki’s House
Setelah mengisi perut kami, kami menyempatkan diri untuk melihat tempat kediaman Aung San Suuki yang merupakan pejuang rakyat Myanmar dari kekuasaan Junta militer beberapa silam yang lalu. Wisatawan dilarang masuk ke dalam rumah tersebut, dan hanya boleh mengambil gambar dan video dari luar saja.

Swhedagon Pagoda
Inilah yang kami tunggu – tunggu, Swhedagon Pagoda yang merupakan Pagoda terkenal yang marak dibicarakan turis mancanegara dan menjadi salah satu warisan peninggalan yang terus dilestarikan. Untuk masuk kedalam kompleks ini turis asing dikenakan biaya sebesar 8000 kyatt per orang, cukup mahal, akan tetapi pemandangan, budaya, dan kehidupan pagoda yang disuguhkan memang luar biasa.
Bagi teman – teman yang ingin melakukan ibadah disini, disediakan buku panduan dan peta untuk beribadah di pagoda ini. Namun, bagi orang yang hanya sekadar berwisata disini, cukup membawa kamera dan videonya untuk mengeksplor keindahan Swhedagon Pagoda.
Gunakanlah pakaian yang rapi, celana panjang, khusus wanita harus menggunakan sarung panjang atau sarung khas Myanmar yaitu Longyi. Alas kaki tidak diperbolehkan masuk.


Aung San Bogyoke Market
Perjalanan kami hampir berakhir, sebagai penutup dari perjalanan kami di Yangon, kami diajak untuk berbelanja ria di Aung San Bogyoke Market. Disini kami berbelanja souvernir – souvernir khas Myanmar dan beragam cemilan khas Myanmar.

Sakura Tower
Bila teman – teman, bingung ingin melanjutkan perjalanan kemana lagi, sangat disarankan untuk mengunjungi Sakura Tower. Sakura Tower merupakan gedung tinggi di pusat kota Yangon, dimana wisatawan dapat melihat keseluruhan kota Yangon dari rooftop sambil menikmati lezatnya dinner di Sky Bistro.


HARI 6

Kami menghabiskan waktu di Yangon dengan berjalan kaki. Walau terbilang lelah, kami tidak ingin memanfaatkan waktu sebaik – baiknya di Yangon daripada hanya diam saja di dalam hotel. Kami berkunjung ke lokasi wisata yang belum sempat kami kunjungi sebelumnya seperti Post Office City Hall yang merupakan tempat kami menulis banyak post card kepada sahabat – sahabat tercinta kami, dan juga Saint Mary’s Cathedral dimana gereja ini merupakan gereja tertua di Myanmar.
Kami juga kembali ke Aung San Bogyoke Market, untuk berbelanja beberapa barang – barang untuk kerabat dekat kami.


HARI 7

Merupakan hari terakhir kami di Myanmar. Good Bye Myanmar!! See you next Time!!!
Kami kembali lagi ke Singapore untuk menginap selama beberapa hari sebelum pulang ke Jakarta. Kami sampai di Singapore sekitar pukul 3 sore waktu Singapore. Kami langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnya di Jakarta dengan menggunakan MRT.  Setelah kami menaruh barang – barang kami di hotel, kami ingin berjalan – jalan sejenak di Singapore, kami pergi menggunakan MRT ke stasiun Bay Front untuk menikmati Marina Bay Sands, Garden By The Bay, dan Merlion (dari kejauhan).
Kami juga menikmati musical fountain yang begitu menarik, dan beroperasi pada pukul 8 pm, 9.30 pm, dan 10 pm. Hari pun beranjak malam, kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.


HARI 8

Hari ke 8, kami khususkan full untuk bermain di universal studio dari pagi hingga malam (10 am – 8 pm). Untuk sampai kesana, kami menggunakan MRT menuju stasiun Harbour Front, lalu kami keluar ke exit E yaitu Vivo City, setelah keluar dari pintu exit, kami naik escalator sampai ke lantai 3. Kemudian kami membeli, tiket sentosa express seharga 4 SGD per org menuju Sentosa Island. Untuk sampai ke Universal Studio, kami harus naik sentosa express dan berhenti di waterfront station. Kemudian, kami berjalan lurus sampai menemukan Chili’s restaurant dan belok kanan. TADA!!! Welcome to Universal Studio.

HARI 9
Inilah akhir dari liburan kami, tidak terasa 1 minggu terasa begitu cepat. Kami memesan tiket MRT kembali ke Changi Airport. Sampai jumpa lagi Singapore.


Senin, 04 Januari 2016

Senin, 06 Juli 2015

TRIP Ke KUPANG - DILI - KUPANG

Hari liburan pertengahan tahun adalah hari yang kami tunggu - tunggu. Kami cukup bingung menentukan pilihan destinasi wisata untuk liburan tahun ini, lalu tak sengaja terlintas Timor Leste dalam bayangan kami.
 
Kami pun mulai searching dan mencari informasi yang dapat kami lakukan nanti di Timor Leste. Setelah kami puas dan yakin akan pilihan kami, inilah saatnya kami bertamasya ke negeri tetangga kita Timor Leste.

Hari Ke - 1
Kami berangkat menggunakan pesawat ke Kupang (Nusa Tenggara Timur) pada waktu dini hari. setelah kami sampai, kami menyewa taksi (borongan) untuk langsung menuju hotel kami (kisaran Rp 60.000,- tergantung jauh dekatnya tujuan yang ingin dicapai). Kami beristirahat sejenak dan menikmati beragam fasilitas di hotel saat itu.

Hari Ke - 2
Kami tidak diam saja di hotel, kami menyewa sebuah taksi untuk berkeliling ibukota Nusa Tenggara Timur. Kami tentunya menyewa taksi dengan dikenakan biaya Rp 60.000/ jam. Rute kami yang pertama adalah Pantai Lasiana yang merupakan pantai rakyat NTT namun masih sangat alami, indah, dan bersih. untuk masuk ke dalam Pantai Lasiana pengunjung akan dikenakan biaya Rp 2000,- (dewasa), Rp 1000,- (anak - anak) dan Rp 2000,- (jika membawa kendaraan). Kami disana berfoto ria dan juga bermain air, sangat menyegarkan di pagi hari karena matahari belum bersinar cukup terik.
Setelah puas bermain di Pantai Lasiana, kami mengunjungi tempat pembuatan Sasando. Biasanya driver akan membawa turis ke tempat pembuatan Sasando milik Bapak Jeremiah. Begitu kami sampai disana terdengar alunan sasando yang menyambut kedatangan kami. Kami begitu menikmati permainan sasando yang dilantunkan oleh cucu Pak Jeremiah sembari kami membeli oleh - oleh kepada saudara tentunya adalah sasando dan kaos baju. Harga sasando cukup mahal yang dipatok dari yang terkecil Rp 100.000,- hingga puluhan juta rupiah (yang besar dan dapat dimainkan sebagai alat instrumen).
 
Hari mulai beranjak siang, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Taman Doa Kupang yang katanya merupakan taman doa yang paling besar di Indonesia. Taman doa tersebut terletak di atas bukit, sehingga kami harus menempuh ke atas bukit tersebut dengan berjalan kaki (kendaraan harus diparkir di tempat yang telah disediakan). NTT merupakan provinsi dengan mayoritas umat nasrani, sehingga teman - teman akan menemukan banyak gereja di Kupang. 
Waktu sudah menunjukkan 13.00 WITA di siang hari, tanda waktunya kami mengisi perut kami yang lapar. Makanan khas NTT adalah daging Sei yang aslinya merupakan daging babi, akan tetapi seiring perkembangan waktu dan banyaknya perantau yang datang ke NTT, sekarang kami pun dapat membeli daging Sei yang terbuat dari sapi dan ikan, menarik bukan?
Untung makanan khas Sei asli yang berupa daging babi, teman - teman dapat berkunjung langsung ke Depot Sei Aroma yang merupakan resto terkenal akan Seinya. Teman - teman juga dapat memesan daging Sei untuk dibawa pulang ke rumah (Pembungkusan sistem vacuum ,tidak menggunakan bahan pengawet).
Akhirnya kami pun kenyang dan siap melanjutkan perjalanan kami. Rute kami selanjutnya adalah Goa monyet yang terletak di dekat pantai. Suasana disana masih begitu asri dan tenang, sehingga monyet- monyet dapat berkeliaran di sepanjang jalan. Awalnya kami takut kalau - kalau monyet tersebut berulah nakal, akan tetapi driver meyakinkan kami bahwa monyet - monyet disini masih alami dan sangat dirawat sehingga tidak akan mengganggu pengunjung yang datang ke tempat ini. (dan kenyataannya memang benar!)


Setelah puas berfoto - foto, kami langsung pergi ke tempat souvenir dan makanan untuk berbelanja. Souvenir yang saya rekomendasikan adalah tenun NTT, umumnya turis - turis domestik dan internasional suka belanja oleh - oleh berupa tenun khas NTT. Harga tergantung dari tingkat kesulitan tenunannya (Rp 25.000,- hingga Rp 5.000.000,-).
Dengan demikian, selesailah hari ke 2 kami di Kupang, kami kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Dili keesokan harinya.

Hari Ke - 3
Kami memesan tiket bus kecil menuju Dili (Rp 200.000,-/org) di Timor Travel, sehari sebelumnya. Bus tersebut menjemput kami Pk05.00 WITA tepat di hotel. Perjalanan menuju perbatasan Indonesia (Mota' ain) dengan Timor Leste (Batu Gade) memakan waktu kurang lebih 6 jam (jalanan perbatasan mulus/ tidak rusak). Selanjutnya perjalanan dari perbatasan menuju ke kota Dili menghabiskan waktu 3 jam. Sehingga di total perjalanannya adalah 9 - 10 jam. Oh, ya teman - teman waktu di Timor Leste lebih sejam lagi dari NTT.
Kami sampai ke penginapan Pk07.00 (waktu Timor Leste) malam hari, kami pun langsung istirahat.

Hari Ke - 4
Kami keluar dari hotel sekitar tengah siang hari. Kami menyewa taksi untuk berkeliling ibu kota Dili dengan harga $30 dollar/ hari. Perjalanan pertama kami adalah menuju Cristus Rei yang merupakan patung Yesus tertinggi ke 2 setelah Brazil. Untuk mencapai puncak dari bukit yang terdapat Cristus Rei  tersebut, kami harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak jumlahnya. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghalangi semangat kami untuk mencapai puncak.

Setelah selesai perjalanan kami di Cristus Rei kami melanjutkan perjalanan ke sebuah katedral tertua di Timor Leste.
Susasana di Dili begitu panas dan banyak debu pasir, sehingga teman - teman wajib membawa topi, masker, dan selendang apabila ingin pergi ke sana. Untungnya, perjalanan kami yang berikutnya sangat menyejukkan. Kami pergi ke Museum Resistensi Timor Leste. Di dalam museum ini diceritakan sejarah lepasnya Timor Leste dari Indonesia dan juga tokoh - tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste. untuk masuk ke dalam museum pengunjung dikenakan $1/org. tidak boleh menggunakan kamera di dalam museum

Perjalanan kami selanjutnya adalah makam St. Cruiz yang merupakan simbol peperangan antara Indonesia dengan Timor Leste. kami juga sempat mengunjungi Gedung pemerintahan (Landmark) Timor Leste yang letaknya tidak berjauhan dari museum dan St. Cruiz.






Kami memutuskan untuk pulang kembali ke penginapan dan beristirahat sejenak.
Pada sore hari, kami menelusuri kota Dili dengan berjalan kaki yang tentunya berdekatan dengan penginapan kami yaitu Largo Beach. (Tempat masyarakat Timor Leste biasanya bertamasya dan berolahraga)
Kami pun berjalan - jalan untuk mencari makanan untuk malam nanti, disini teman - teman akan banyak menemukan makanan khas Padang dan Jawa...
Timor Leste sudah sangat sepi diatas pukul 07.00 waktu Dili, sehingga teman - teman tidak disarankan untuk keluar di malam hari.

Hari Ke - 5
Kami mempersiapkan diri untuk kembali ke Kupang, perjalanan yang sangat melelahkan. Hal ini dikarenakan penerbangan internasional Dili ke Kupang sangat mahal (Rp 1.200.000,- - Rp 2.000.000,-/ org untuk low season saja). sehingga biasanya baik rakyat Dili maupun Kupang lebih memilih untuk menempuh perjalanan menggunakan bus Travel.

Hari Ke - 6
Kami menghabiskan waktu di hotel, serta berbelanja kembali berbagai macam makanan maupun souvenir khas NTT dan sebagainya.

Hari Ke - 7
Hari terakhir kami di Kupang, GOOD BYE Kupang, see u later ...


Minggu, 28 Desember 2014

JAMBI bersama keluarga 4 hari 3 malam

Menjelang akhir dari tahun 2014, kami sekeluarga menyempatkan diri untuk mengunjungi JAMBI sebagai tempat yang terkenal akan wisata kulinernya.
Jambi berada di pesisir timur Pulau Sumatra yang dimana dulunya merupakan wilayah kekuasaan Sriwijaya, oleh sebab itu tidak lah heran jika ditemukan kompleks candi besar disini yaitu Candi Muaro Jambi.

HARI I
Kami sekeluarga tiba sekitar pukul 12 siang dan langsung check in ke hotel yang letaknya tidak jauh dari Bandara Sultan Thaha (4 km). Kami menggunakan taksi dengan harga borongan Rp. 60.000,-.
Setelah, kami tiba di hotel tujuan kami, kami beristirahat sejenak dan merencanakan rute kami untuk keesokan harinya dengan seksama. Menjelang sore hari kami menghabiskan waktu bersama di water Park Jambi, dengan harga tiket @ Rp 40.000,-.
Malamnya kami kembali ke hotel dan beristirahat untuk perjalanan panjang esoknya.

HARI II
Kami menyewa sebuah mobil bersama supir + bensin dengan harga kisaran Rp, 600 rb - Rp. 850 rb tergantung dari jauhnya perjalanan yang ingin diambil. 
Perjalanan pertama kami yakni ke Candi Muaro Jambi. Kompleks candi ini merupakan candi beraliran Buddha yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Candi Muaro Jambi adalah kompleks candi terluas di Indonesia. pada tahun 2009, UNESCO menetapkan candi yang berupa susunan batu bata merah ini sebagai  salah satu warisan dunia yang wajib dilindungi.

Karena kompleks ini sangat besar, teman - teman dapat menyewa sepeda, becak, dan motor disana. *Tentunya teman - teman harus pandai menawar.

Setelah puas berkelana di kompleks candi Muaro Jambi, kami diajak oleh supir yang sekaligus Tour guide kami untuk mencicipi durian yang empuk dan wangi khas Jambi dengan harga dipatok 3 buah Rp 50.000,- karena sudah bukan musimnya lagi, akan tetapi kami sangat menikmati tebal dan lezatnya daging durian tersebut.

Kami berjalan sedikit dari tempat kami makan durian menuju Monas Jambi. Dikatakan Monas karena, bagian monumen atasnya menyerupai Monas yang berada di Jakarta.

Seusai berfoto ria kami melanjutkan perjalanan kami pergi ke Taman Anggrek Sri Soedewi, yang merupakan wisata warga Jambi yang asri dan sejuk. Pintu masuk @ Rp. 5000,-. Teman - teman bisa melihat banyak jenis bunga disana.

Perjalanan kami belum berakhir, kami memacu kendaraan kami ke pusat kota kembali untuk melihat sejarah kota Jambi di museum Negeri Jambi. Bangunan museum ini dibuat menyerupai RUmah Kajang Lako yang merupakan rumah adat khas Jambi. Disini teman - teman bisa melihat banyak koleksi benda bersejarah dan bernilai seni dari Jambi seperti, peralatan berburu, anyaman khas Jambi, batik tenun dengan motif bunga serta binatang yang diawetkan.
Museum ini buka setiap hari Senin - Kamis pada pukul 08.00 - 15.00 dan Jumat pada pukul 07.15 - 11. 00, Sabtu, Minggu, dan Hari libur nasional (TUTUP). @Rp. 3000,-

Acara kami di Jambi diakhiri dengan berbelanja di Pasar Keramik Sitimang, tidak hanya oleh - oleh dalam bentuk keramik saja, seperti layaknya pasar biasa yang menjajakan banyak dagangan dan jualan yang memiliki harga sesuai dengan kantong. Teman - teman yang memiliki hobi berbelanja wajib kesini !!!

Kami kembali ke hotel untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan besok.

HARI III
Pada perjalanan kali ini kami tempuh hanya dengan jalan kaki, karena lokasi hotel kami dekat dengan tempat - tempat wisata yang ingin kami tuju.
Kami pergi ke WTC yang merupakan mall nomor satu di Jambi, teman - teman dapat berbelanja serta makan makanan yang biasa terdapat di mall - mall Jakarta seperti CFC, A&W, KFC, Solaria, Bread Talk, dll.

Setelah kami puas berjalan - jalan di WTC kami pergi ke Tanggo Rajo . Tanggo Rajo ini tidak berbeda jauh dengan taman alun -alun Kapuas atau Pantai Losari yaang menawarkan wisata kuliner di tepi perairan. Selain wisata kuliner, teman - teman juga bisa melihat keindahan Sungai Batang Hari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatra. Teman - teman juga dapat menyebrangi sungai ini dengan merogoh kocek Rp. 30.000,- (PP) Untuk satu kapal (Ketek dalam bahasa Jambi) ataupun dengan menggunakan jembatan berbentuk S yang baru dibangun.

Kami meneruskan perjalanan kami untuk pulang dan beristirahat kembali di hotel.
Ketika hari beranjak malam, kami keluar dari hotel untuk berwisata kuliner ke Talang Banjar. Talang Banjar merupakan daerah wisata kuliner bernuansa Chinese Jambi yang terletak di sepanjang jalan tersebut. Teman - teman akan menemukan Pempek, Kwetiauw, Cap Cay, dan aneka menu makanan lainnya. Teman - teman juga bisa mencicipi Tempoyak yang merupakan makanan khas Jambi yang harus dicoba...

Perjalanan dari hotel menggunakan Angkot berwarna merah Rp. 4000,-. Akan tetapi, pulangnya kami menggunakan taksi dikarenakan Kota Jambi sudah sepi pada pukul 19.00, dengan kisaran harga Rp 25 rb - Rp 35 rb.

HARI IV
Hari terakhir kami,...
Kami bersiap - siap kembali ke Sultan Thaha dan pulang membawa beribu - ribu kenangan indah selama kami di Jambi dengan keluarga. Good Bye Jambi. See u..

Sabtu, 09 Agustus 2014

Our Second Trip ... Vietnam (Ho Chi Minh City and Hanoi) - 7 hari 6 malam

Setelah puas kami menikmati indahnya kota Kamboja, kami melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh City (Vietnam) dengan melakukan jalan darat (6 jam),...

Catatan bagi teman - teman yang ingin ke Vietnam:
  1. Perhatikan selalu bahan makanan yang ada di Vietnam, tidak terjamin 100 % halal, namun teman - teman jangan khawatir, karena ada KFC, Burger King, mini market, Lotteria, Pho 24 dan resto - resto yang menjajakan makanan western.
  2. Orang - orang di Ho Chi Minh dapat berbahasa inggris, jadi teman - teman tidak perlu khawatir.
  3. Bila pergi ke Ho Chi Minh, usahakan untuk tinggal di daerah district 1 yang merupakan daerah pusat turis dan tentunya ramai.
  4. Orang - orang di Hanoi kurang friendly dan jarang yang bisa berbahasa inggris, teman - teman harus mempersiapkan segala macam barang dan keperluan serta rute perjalanan dengan matang saat ingin berkunjung ke Hanoi.
  5. Bila tinggal di Hanoi, usahakan untuk menginap di daerah Old Quarter district (pusat turis) atau Ban Dinh district sebagai pilihan kedua. 
  6. Sedia map dan buku - buku khusus perjalanan Ho Chi Minh city dan Hanoi.

HARI KE - 1
Kami tiba di Ho Chi Minh city (district 1) sekitar pukul 17.00, betapa beruntungnya kami karena dengan berjalan kaki sedikit saja, kami sudah menemukan hotel yang sudah kami booking dari Jakarta. Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak. setelah tenaga kami cukup terkumpul, hal yang pertama kami lakukan adalah membeli tiket pesawat menuju Hanoi, karena pembelian domestik flight tersebut tidak dapat dilakukan di Jakarta, harga pesawat terbang untuk 4 orang saat Low Season sekitar 6 juta Dong, sangat terjangkau. Setelah memesan tiket pesawat kami memesan tour perjalanan pinggiran kota Ho Chi Minh ($ 7.5 per orang). (semua pemesanan ini dapat dilakukan di hotel ataupun agent travel di sekitar sana)

HARI KE - 2
Kami mengambil tour full day ($ 7.5 per org) -- excluded lunch, tipping, ticket entrance. Cao Dai Temple dan Cu Chi Tunnel. Perjalanan ke Cao Dai Temple sekitar 1,5 jam, apabila tidak macet. Cao Dai temple merupakan sebuah tempat ibadah religius berbagai aliran di Vietnam, teman - teman dapat mengambil foto di dalam dengan syarat tidak boleh berisik dan tidak boleh melebihi batas yang dibuat mereka.


Cao Dai Temple
setelah puas menikmati indahnya Cao Dai Temple, kami melanjutkan perjalanan menuju Cu Chi Tunnel, sekadar intermezzo, dulu Tunnel ini (lorong - lorong bawa tanah), dipakai oleh Vietnam Utara untuk melawan tentara Amerika Serikat, dengan bermodalkan senjata sederhana dan perang gerilya, mereka berhasil mempersatukan Vietam Utara dan Vietnam Selatan di bawah komando Ho Chi Minh, oleh sebab itu Vietnam yang dahulu bernama Saigon diubah menjadi Ho Chi Minh city untuk mengenang pahlawan mereka Ho Chi Minh. (90.000 Dong per org).

Di dalam Tunnel yang panas dan sesak

HARI KE - 3
Kami memutuskan untuk melakukan city tour sendiri dengan bermodalkan map turis, semua lokasi wisata di Ho Chi Minh dapat dijangkau dengan berjalan kaki saja asal teman - teman bertempat tinggal di daerah District 1.
Rute perjalanan kami yang terdekat adalah Pasar Ben Thanh Market, banyak oleh - oleh khas Vietnam yang dapat dibeli disana dengan harga yang relatif terjangkau.
Ben Thanh Market
kami berkeliling cukup lama di dalam market tersebut, setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Town Hall.

Town Hall
Tinggal lurus dan berbelok ke kanan dari Town Hall teman - teman dapat menemukan Opera House di sisi sebelah kiri.
Opera House
Kami melanjutkan pergi ke Ho Chi Minh Post Office, mirip seperti kantor Pos Jakarta yang disebelah gedung kesenian, disana dijual bermacam - macam post card, perangko, dsb. teman - teman juga bisa mengirim surat ataupun kartu pos disana dengan harga (11.000 dong ke Indonesia) = Post Card.

Post Office
di seberang Post Office terdapat Notre Dam Cathedral, sangat cantik dan classic.
Katedral
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Re - unification Museum, 30.000 Dong per orang

Reunification Palace


ini adalah rute terakhir kami yaitu War Remants Museum, kami berjalan cukup jauh, namun masih bisa dijangkau.(15.000 Dong per orang)
War Remants Museum
Kami pulang ke hotel untuk beristirahat dan bersiap melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

HARI KE - 4
Kami berjalan - jalan di sekitar hotel, dan menghabiskan sebagian besar waktu untuk beristirahat di hotel, setelah hari beranjak sore kami pergi ke Bandara ($ 7) menggunakan Taxi, ingat hanya bayar 7 - 8 dollar saja, sisanya jangan dibayar, terkadang supir taxi minta charge tambahan lagi, (jangan dibayar). kami tiba di Hanoi sekitar pukul 21.00 akibat delay. (perjalanan asli 3,5 jam)
Kami mencari hotel di daerah Old Quarter District yang berdekatan dengan Hoan Kiem Lake, suasana disana sangat ramai dan banyak turis asing yang berlalu lalang. setelah kami menemukan hotel yang kami cari, kami bermalam disana.

HARI KE - 5
Kami melakukan City Tour di sekitar Old Quarter District, rute pertama kami tentunyam merupakan rute terdekat yaitu Hoan Kiem Lake yang ditengahnya terdapat Ngoc Son Temple. (20.000 Dong per orang).
Gerbang Ngoc Son Temple
Setelah puas berjalan - jalan di sana, kami melanjutkan perjalanan ke Katedral yang tidak jauh dari sana.

Katedral
Kami berjalan cukup jauh untuk sampai ke Gedung Opera House, dan di dekat sana terdapat Revolution Museum dan Vietnam National Museum of History.

Revolution Museum

Vietnam National Museum

Opera House
Dan rute terakhir kami yang searah dengan jalan pulang kami ke hotel yaitu... Ly Thai To Monumen.




HARI KE - 6
Kami mengambil One Day Trip ke Halong Bay, yang merupakan pantai indah dengan batu menjulang tinggi, disini juga merupakan tempat main film legendaris James Bond (Tomorrow Never Die). ($25 per org) = tergantung cruise yang kita pesan, ada yang mencapai kisaran harga $80 per orang, tergantung budget di kantong teman - teman. Cruise yang kami pakai included lunch, Kayaking, dan Monkey Cave. Kami tiba di Hanoi kembali sekitar pukul 20.00 malam.

HARI KE -7
Kami melakukan city tour kembali dengan berjalan kaki saja di wilayah Ban Dinh District, walau perjalanan cukup jauh, namun kami menikmati perjalanan panjang tersebut. rute pertama kami adalah War Lenin Museum. (40.000 Dong per orang).
Lenin Museum
Tepat disebelah Lenin Museum terdapat Flag Tower (15.000 Dong per orang)


Kami tidak lama di sana, kami melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh Mausoleum, yang merupakan tempat persemayaman Ho Chi Minh. Pintu masuk gratis, akan tetapi pengambilan gambar dalam bentuk video dilarang, hanya menggunakan kamera kecil saja yang masih ditolerir.



Di kompleks Ho Chi Minh yang sangat luas ini, juga terdapat Ho Chi Minh museum,  Presidential Botanical Garden, dsb.

Dan yang terakhir adalah Temple of Literature, merupakan tanda berdirinya sebuah universitas tertua di Vietnam. (20.000 Dong per orang)




Berakhir sudah liburan kami, walau sangat lama di sana, tapi kami merasa tidak cukup waktu untuk menikmati kebersamaan yang cepat ini...

Holiday In Cambodia With Family (5 hari 4 malam)

Liburan sekolah merupakan suata masa yang amat kami nanti - nanti, kami mengambil liburan yang cukup panjang pada musim lebaran ini di luar negeri yaitu sekitar 14 hari, cukup melelahkan bagi kami sekeluarga.. Akan tetapi, kami senang karena momen liburan ini menjadi waktu kebersamaan kami yang indah dan tak akan terlupakan.

Catatan bagi teman - teman yang ingin berkunjung ke Kamboja:
  1. ketika membooking hotel, jangan lupa untuk meminta dijemput, karena jarak airport dari tempat penginapan cukup jauh. (7 km ke kota)
  2. Orang di Seam Reap fasih dalam berbahasa inggris, jadi teman - teman jangan takut.
  3. Di ibu kota Phnom Penh, berhati hatilah dengan barang bawaan teman - teman, dan orang - orang disana agak sulit berbahasa inggris.
  4. makanan di Kamboja tidak dijamin halal, carilah makanan yang jelas bahan - bahannya, dan lebih baik bila teman - teman bisa membawa makanan darurat dari Indonesia.
  5. Real sangat jarang di pakai di daerah Kamboja, mereka lebih menyukai menggunakan USD Amerika, Yuan China, dan Euro.
HARI KE - 1
hari pertama kami tiba di Seam Reap International Airport sekitar pukul 9.30, kami langsung dijemput oleh orang hotel menggunakan tuk tuk (transportasi khas Kamboja), kami menghabiskan malam pertama dengan beristirahat terlebih dahulu.

HARI KE - 2
Seam Reap terkenal dengan Angkor Wat yang dahulu termasuk 7 keajaiban dunia, kami mengambil tour singkat ATAU One Day trip. cukup membayar 20 $ per orang, teman - teman sudah bisa menjelajahi seisi kompleks Angkor Wat yang berukuran 1,5 luas Jakarta. Memang waktu tidak cukup, kami sarankan untuk mengunjungi Temple yang besar dan utama saja, karena begitu banyak temple di kompleks tersebut. seperti Angkor Wat dan Angkor Thomb yang wajib teman - teman kunjungi,, yang lain bisa dijadikan komplimen atau tambahan bila teman - teman punya waktu lebih untuk berkunjung ke tempat lainnya.

Angkor Wat (Bagian Utama)

sore harinya kami kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak dan mandi, dan kami pergi berjalan kaki ke Seam Reap night market, teman - teman dapat berbelanja ria dengan harga terjangkau disana, segala macam oleh - oleh khas Kamboja ada disana.

suasana Night market di pinggir sungai
HARI KE -3
kami sempatkan saat pagi hari untuk berjalan - jalan di Seam Reap, hingga pukul 12.00 kami check out dari hotel, kami pergi menuju Phnom Penh menggunakan bus (8 $ per orang) dan memakan waktu sekitar 6 - 7 jam, perjalanan ke sana memakan waktu yang cukup lama dikarenakan jalannya yang sangat rusak dan banyak truk - truk besar berlewatan. Kami sampai di Phnom Penh di Sisowath Quay street yang merupakan pusat dari Phnom Penh. kami mencari hotel di daerah sana, sangat mudah karena banyak turis - turis yang berlalu - lalang disana.

HARI KE - 4
Kami memutuskan untuk melakukan city tour di kota Phnom Penh dan mengunjungi Cheong Ek Killing Field dengan menyewa sebuah tuk tuk untuk sehari (25$).
Rute 1 kami yaitu menuju Killing Field yang merupakan pusat pembantaian 3 juta rakyat Kamboja oleh Pol Pot yang sangat memuja ideologi komunisnya, disana teman - teman akan diceritakan sejarahnya dengan menggunakan audio listening dengan beragam bahasa, (6 $ per orang).

Stupa yang didedikasikan untuk Warga Kamboja
Selanjutnya kami pergi ke Russian Market, teman - teman dapat berbelanja disana seperti layaknya Mangga Dua atau ITC Cempaka Mas.
Russian Market
Setelah puas berkeliling di Russian Market kami pergi menuju S-21 atau Genocide Museum yang dulunya merupakan sekolah, disana warga Kamboja di investigasi sebelum di eksekusi, mereka dipaksa untuk menandatangani berbagai surat surat palsu di sana. (3 $ per orang)
S -21
Kami melanjutkan perjalanan ke Independence Monument, disana kami mengambil foto.
Independence Monument
Tidak jauh dari sana, teman - teman cukup berjalan kaki saja untuk pergi ke Monumen Raja Norodom Sihanouk, monumen ini dibangun oleh sang anak untuk mengenang ayahnya yang merupakan raja terdahulu dan dikenal sebagai raja yang bijaksana.
The Statue of Norodom Sihanouk
setelah puas berfoto - foto kami pergi ke National Museum, bangunan ini sangat unik dan tinggi, teman - teman wajib mengabadikannya dengan foto atau video. (2 $ per orang) +1 $ bila ingin mengambil foto di bagian dalam bangunan.
National Museum
Selanjutnya kami pergi ke Wat Phom dengan harga 1 $ per orang, teman - teman akan disambut dengan tangga yang menjulang tinggi, dan jangan lupa untuk mengambil foto di depan pintu masuk.
Wat Phom
Setelah selesai, kami melanjutkan ke Royal Palace yang merupakan rute terakhir kami, mengapa? karena Royal Palace dibuka untuk umum pada pukul 14.00 - 17.00 ($ 6.25 per orang)
Royal Palace
Setelah puas berkeliling di kompleks Royal Palace yang luas, kami memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak, saat malam mulai tiba, kami memutuskan untuk menikmati hinar binar dan hiruk pikuk kota Phnom Penh, kami memutuskan untuk pergi ke Phnom Penh Night Market, disana terdapat banyak jajanan makanan yang murah dan lezat, tinggal pilih saja.




HARI KE - 5
Hari ini merupakan hari terakhir kami menginjak Kamboja, kami disarankan oleh teman - teman hotel untuk pergi menikmati uniknya Old Market Kamboja, tinggal berjalan kaki sedikit dari hotel, kami langsung menemukan tempat yang dimaksud, teman - teman dapat berbelanja baju - baju khas Kamboja di sana dengan harga terjangkau. sangat menarik bukan?
Old Tradition Market


Itulah akhir dari perjalanan singkat kami di Kamboja, sangat menyenangkan, selanjutnya kami pergi menuju Ho Chi Minh City (Vietnam Selatan) dengan menggunakan bus dengan lama perjalanan kurang lebih 6 jam. ($ 13 per orang) (teman - teman dapat memesan tiket bus dari hotel langsung)