Powered By Blogger

Kamis, 02 Januari 2014

Have Fun bersama keluarga tercinta di Pekanbaru Riau (4 hari 3 malam)

Setelah lama kami memutuskan akan pergi kemana liburan sekolah natal dan tahun baru nanti ... akhirnya, kami menemukan tempat yang boleh dikatakan tak akan menyesal apabila pergi kesana .. Yup .. Kota Pekanbaru di Riau. Pekanbaru terkenal dengan wisata kuliner dan merupakan penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia ... pilihan kami jatuh kepada tempat ini, dikarenakan kami lebih ingin memanfaatkan family time ketimbang travel dan berjalan - jalan seperti yang kami lakukan sebelumnya.

Catatan kepada sahabat yang hendak berkunjung ke Pekanbaru adalah:
  1. Janganlah sungkan untuk bertanya, warga disana sangatlah friendly
  2. Sedia selalu obat maag atau obat yang berhubungan dengan pencernaan, dikarenakan makanan disana ada yang asam dan sangat pedas
  3. Berpergian disana sebaiknya menggunakan taxi berargo seperti bluebird, puskupou, riau, dan kopsi taxi.
HARI KE 1
setibanya kami disana (bandara internasional Sutan Syarif Kasim II), sekitar pukul 12-an. Kami langsung pergi ke tempat penginapan kami menggunakan taxi berargo. dan hari pertama kami habiskan untuk bersantai di hotel seperti berenang, dan mencicipi kuliner yaitu kue pie tart susu, yang dapat diperoleh dipinggir jalan. @ Rp 5000,-

 



HARI KE -2
Hari ke 2 ini kami habiskan waktu dengan berkeliling kota alias City tour. Tidak banyak yang dapat kami kunjungi di Pekanbaru. akan tetapi, tempat - tempat kami yang kami kunjungi boleh menjadi notes bagi sahabat yang ingin berkunjung ibukota Riau. (Jarak tempat wisata Pekanbaru tidak berjauhan, sehingga disarankan menggunakan taxi)
  • Balai Adat Melayu Riau (Depan hotel Aryaduta)
  • Museum Kota Riau

  • Masjid Raya Pekanbaru



  • Makan ikan Baung Haji dan Umroh di dekat Caltex (Warung makan yang cukup terkenal)



  •  Belanja Oleh - oleh di Pasar Bawah Pekanbaru
HARI KE - 3
Kami berkunjung ke mall yang merupakan mall terbesar di Pekanbaru yaitu mall SKA dan menghabiskan waktu yang cukup lama disana.

Tak lupa kami berkunjung ke Jalan Arengka, yang merupakan tempat yang terkenal akan buah durian yang dijajakan dengan harga yang sangat murah (Rp 5000,- s/d Rp15.000,-). Sahabat dapat makan sepuasnya disana ... yummy ...




HARI KE - 4
Merupakan hari terakhir kami di Pekanbaru. Kami memutuskan untuk berjalan - jalan di sepanjang Jalan Diponegoro (merupakan jalan teramai di kota pekanbaru) sebelum kembali ke Jakarta...

Pukul 14.30 kami berangkat dari Jakarta ... Good bye Pekanbaru ,,, Jakarta We're coming ... 

Minggu, 30 Juni 2013

HEMAT 3 Hari 2 Malam di South Korea

Liburan kali ini kami sekeluarga menyempatkan diri untuk singgah di Negeri Ginseng... ya, Korea Selatan yang dikenal akan fashion, makanan, dan film - filmnya. Walaupun perjalanan kami disana hanya selama 3 hari, namun pengalaman kami jalan - jalan di Korea Selatan sangatlah berkesan dan tidak akan terlupakan ... ^^

HARI Ke - 1

Hari pertama kami langsung mengambil rute terjauh dalam perjalanan kami yakni Nami Island. Nami Island dikenal sebagai tempat syuting Winter Sonata yang merupakan film Korea yang sudah melegenda dan banyak penggemarnya. Dalam perjalanan kesana kami menggunakan Korail ITX dari stasiun Cheongyani menuju stasiun Gapyeong... (Harga tiket 4000 won per orang) ...
Setelah sampai di stasiun Gapyeong, kemudian kami naik taxi ke Immigration of Naminara Republic seharga 3000 won (harga sudah ditentukan).
Pintu masuk ke Nami Island seharga 8000 won per orang. Lalu kami naik semacam kapal ferry untuk ke tengah pulau Nami.

Setelah sampai di Pulau Nami, kami menyempatkan diri untuk berfoto - foto dan menikmati pemandangan alam yang indah dan menyejukkan.

Hingga menjelang tengah hari kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan kami di Pulau Nami dan kembali ke Seoul dengan cara yang sama yakni menggunakan Taxi dan Korail ITX.

Perjalanan kami selanjutnya adalah Dongdaemun Market, kami tiba disana pada petang hari sekitar pukul 4 sore waktu setempat. Kami menggunakan subway untuk tiba di Dongdaemun Market. Pertama - tama kami tiba dahulu di Cheongyani Station lalu membeli tiket single journey menuju Dongdaemun line 1 (biru tua).

Sesampai disana kami menyempatkan diri untuk berjalan - jalan sejenak dan berfoto - foto disana ....

Tidak menunggu lama kami bergegas menuju Myeongdong Market menggunakan subway dari Dongdaemun menuju Myeongdong line 4 (biru muda)...

Tidak jauh dari Myeongdong Market kita dapat pergi ke Namdaemun Market cukup hanya dengan berjalan kaki saja ...

Dari Namdaemun Market kami kembali lagi ke hotel untuk beristirahat menggunakan subway ... Selesailah hari pertama kami di Korea Selatan ...


HARI Ke - 2

Hari ke - 2 kami berwisata ke Lotte World, dari Cheongyani station kami pergi menggunakan subway (tiket single journey) ke Jamsil station line berwarna hijau muda.
Disana kami menyempatkan diri untuk berjalan - jalan dan berbelanja sejenak di Lotte Mart, serta bermain di Lotte World.

Setelah puas bermain di Lotte World kami pergi ke COEX mall yang merupakan mall bawah tanah terbesar di Korea Selatan. Kami menggunakan subway menuju Samsoeng station line berwarna hijau muda dekat Jamsil ...

Didalam COEX mall yang wajib dikunjungi adalah Aquarium (Sea World) dan Museum Of Kimchi, tentunya kita harus mengeluarkan kocek sebesar 19500 won/orang untuk sea world dan 3000 won/orang untuk Museum of Kimchi.




Setelah puas berjalan - jalan dalam COEX mall kami melanjutkan perjalanan ke Yoido Full Gospel Church dengan menggunakan subway menuju ke Yoido station line 9 (coklat muda). Yoido Full Gospel Church merupakan gereja terbesar di kota Seoul ...
Setelah puas berkeliling di area Yoido Full Gospel Church kami melanjutkan perjalanan ke Banpo Bridge yang terdapat Musical Fountain. Kami menggunakan subway menuju Soebinggo station ... Cukup berjalan lurus dari Soebinggo station (sekitar 10 menit) melewati rumah penduduk teman - teman akan sampai di Banpo Bridge. Musical Fountain Banpo Bridge beroperasi 2 kali yakni pada jem 20.00 waktu setempat dan pukul 21.00 waktu setempat yang berdurasi 20 menit...





Setelah melihat indahya Musical Fountain di Banpo Bridge, kami memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan kami, memang hari ke - 2 ini sungguh melelahkan akan tetapi kami sangat senang dapat berjalan - jalan di Korea Selatan...

HARI Ke - 3

Hari terakhir kami di Korea merupakan puncak acara bagi kami sekeluarga ... Kami melewati hari ke - 3 ini dengan mengitari seisi kota Seoul menggunakan Seoul City Tour Bus ... Untuk memperoleh tiket di Seoul City Tour Bus kami harus menggunakan subway ke Gwanghwamun line 5 (ungu muda). Biaya untuk tiket Seoul City Tour Bus adalah 10.000 won/orang dan teman - teman boleh naik turun bus tersebut sepuasnya ... Seoul City Tour Bus adalah bus yang disediakan khusus untuk para turis yang ingin berwisata mengitari kota Seoul ... Tidak usah khawatir tidak dapat bus disana, karena bus tersebut akan ada setiap 30 menit di halte Seoul City Tour Bus.. Disarankan untuk memilih Seoul City Tour Bus jalur Downtown tour karena lebih banyak tempat pemberhentiannya ... Tinggal teman - teman sekalian mengikuti rute perjalanan bus tersebut dengan seksama ... Perlu diingat bahwa untuk PALACE hanya buka sampai pukul 17.00 waktu setempat, jadi jangan sampai teman - teman ketinggalan melewati indahnya palace - palace di Korea Selatan, serta pada pukul 17.00 jalur menuju Blue House President's Office ditutup, maka utamakanlah untuk mengunjungi Palace - palace dan Blue House dahulu ...









Selesailah sudah kami di Korea Selatan ... Walaupun hanya sebentar, akan tetapi moment - moment ini sangatlah berkesan dan tidak akan terlupakan bagi kami sekeluarga... Bye - Bye Seoul ,,, Bye - Bye South Korea ... Kamsamida ... ^^

Catatan untuk teman - teman yang hendak berkunjung ke Korea Selatan:

  1. Persiapkan ittenary dengan matang karena biaya hidup di Seoul terbilang cukup tinggi. 
  2. Biaya untuk naik subway berkisaran antara 1150 won per orang s/d 1350 won per orang.
  3. Banyak makanan di Korea terdapat Pork ... Disarankan lebih baik teman - teman untuk makan ke tempat yang ada tulisan bahasa inggris ataupun minimarket seperti Family Mart dan Seven Eleven.
  4. Faktor bahasa menjadi kendala bagi teman - teman yang mengadakan travel sendiri tanpa tour akan tetapi tenang saja penduduk Korea sangatlah Friendly dan akan berusaha menjawab setiap pertanyaan kita ...
  5. Wifi ada dimana - mana membawa smart phone, tab, ataupun laptop tidak ada ruginya di Korea ... Asik ...
  6. Bawalah senantiasa peta Subway dan Seoul City ... karena itu sangat penting ... Teman - teman bisa mendapatkannya langsung di airport ketika teman - teman tiba ...
  7. Have a nice trip!!! Enjoy ^^!!!

Minggu, 13 Januari 2013

Jalan - jalan ke Sulawesi Selatan ~ Makassar

Tak terasa kita sudah masuk ke akhir penghujung tahun 2012. Awalnya sangat membingungkan bagi kami sekeluarga untuk memutuskan akan berlibur di mana. Beberapa dari teman kami menyarankan untuk pergi ke Makassar, selain kulinernya yang amat menggoda, ternyata Makassar merupakan kota yang ramai dan memiliki berbagai tempat rekreasi yang patut untuk dikunjungi.

HARI KE 1


17 Desember 2012 - Hari pertama kami menapakkan kaki di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Welcome To Makassar!!! Kami langsung menuju hotel kami yang dekat pusat kota dengan taksi (Rp.87.500,-). Setelah istirahat sejenak di dalam hotel (Benoa), kami tidak mau membuang waktu, sekitar jam 10 pagi kami pergi ke Trans Studio Mall Makassar, (tentunya terdapat Trans Studio di dalam).

Perjalanan kesana hanya memakan waktu sekitar 10 menit menggunakan taksi (argometer). Disambut dengan pintu gerbang Trans Studio membuat kami semakin bersemangat untuk mencoba wahana - wahana yang ada di dalamnya. Tak lupa sebelum masuk ke dalam Trans Studio, kami menyempatkan diri untuk makan di dalam Trans Studio Mall yang megah itu.

Tarif Tiket masuk ke Trans Studio Makassar
Hari Biasa : Rp 100.000,-/ orng
Hari Libur/Raya : Rp 150.000,-/ orng
Belum termasuk kartu Trans Studio (Rp 10.000,-/ kartu)
Kartu tersebut digunakan untuk bertransaksi di dalam Trans Studio, baik untuk makan maupun untuk berbelanja souvenir ala Trans Studio.

Langsung saja kami masuk ke dalam, Trans Studio memiliki konsep indoor yang menakjubkan, sehingga tak heran kami bersama pengunjung lainnya langsung berfoto - foto. Terdapat 22 wahana di dalam Trans Studio Makassar (ditambah satu wahana terbaru -- Giant Swing). Setelah puas kami menjelajahi wahana yang ada di dalam Trans Studio, tak lupa kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Science Center dan menonton 4D serta Theater Trans Studio. Kami bermain disana sepanjang hari. Setelah selesai kami mencoba segala rekreasi yang ada di dalamnya, kami memutuskan untuk pulang ke hotel.


HARI KE 2
Kami menyewa mobil dari hotel (Rp 450.000,- termasuk uang bensin + supir) untuk berkeliling kota Makassar alias City Tour.

Rute perjalanan kami yang pertama adalah Fort Rotterdam, yang merupakan benteng yang mengisahkan kejayaan Kerajaan Gowa pada abad ke 17. Untuk masuk ke dalam sana kami tidak dipungut biaya apapun, cukup hanya mengisi buku tamu dan sumbangan untuk perawatan Kawasan Fort Rotterdam.

Rute perjalanan kami ke 2 adalah Museum Kota Makassar dan tidak jauh dari sana kami dapat menemukan area China Townnya Makassar. Kami menyempatkan diri untuk berfoto - foto disana.

Setelah itu, kami pergi ke Monumen Mandala. Monumen Mandala merupakan bangunan yang memiliki ketinggian sekitar 75 meter di Pusat Kota Makassar. Monumen Mandalah merupakan tanda pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah.

Hari beranjak siang, kami memutuskan untuk mencari tempat makan. Kami pergi ke mal Karebosi.
Mal Karebosi adalah mal yang terletak di bawah tanah (diatasnya lapangan sepak bola). Mal Karebosi adalah kawasan perbelanjaan layaknya Mangga Dua dan ITC Cempaka Mas di Jakarta. Food Court di Karebosi sangatlah luas, sehingga kami sangat leluasa dalam membeli makanan yang kami suka.

Setelah selesai mengisi perut, kami tidak hanya tinggal diam saja disana, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Rute kami selanjutnya adalah Makam Pangeran Diponegoro. Kompleks makam Pangeran Diponegoro dibangun secara sederhana. Suasana yang bersih, rapi, dan hening. Disinilah disemayamkan tubuh Pangeran Diponegoro beserta mendiang istrinya, 6 anak, 19 cicit, dan 9 orang pengikut setia Pangeran Diponegoro.

Tidak lama - lama kami disana, kami memutuskan untuk pergi ke Monumen Korban 40.000 jiwa Sulawesi Selatan. Disinilah tempat pemakaman massal 40.000 orang yang dibantai oleh Belanda (pemimpin : Westerling).

Kami melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Akkarena, yang merupakan rekreasi pantai masyarakat Makassar. Biaya masuk ke  Pantai Akkarena = Rp 5.000,-/orng. Kami menyempatkan diri untuk berfoto - foto dan merasakan nikmatnya hembusan angin pantai Makassar. Sayang, kami tidak menyempatkan diri untuk berenang disana. Pantai Akkarena tertata dengan rapi dan bersih, sehingga tidaklah kecewa bila kita kesana untuk berenang atau sekadar bersantai - santai.

Perjalanan kami selanjutnya lumayan memakan waktu yang cukup lama, tetapi hal itu tidak terlalu kami rasakan karena rasa ingin tahu dan semangat kami. Kami pergi ke Benteng Sombu Opu, hanya tersisa segelintir benteng yang masih berdiri kokoh menjadi saksi akan kegigihan Sultan Hasanuddin beserta rakyatnya mempertahankan tanah tercinta mereka dari serangan penjajah. Di dekat Benteng Sombu Opu kami juga mengunjungi kompleks - kompleks rumah adat khas Sulawesi secara mendetail, misalnya  rumah adat Toraja dari desa Toraja.

Dalam perjalanan kembali ke pusat kota, tak lupa kami mengunjungi Masjid Raya Makassar.
Juga tidak ketinggalan untuk mengunjungi Gereja Katedral Makassar yang merupakan gereja tertua di Makassar.

Malam harinya kami pergi ke Mal Panakkukang. Mal Panakkukang merupakan mal terbesar di Makassar, karena merupakan penggabungan beberapa kompleks mal. Mal Panakkukang merupakan kawasan Shopping Center yang besar dan lengkap.

Hari sudah semakin malam, kami memutuskan untuk pulang ke hotel, dan beristirahat.

HARI KE 3
Hari ini merupakan hari terakhir kami di Makassar. Walaupun kami merasa sedih, tetapi memang tak lepas dari itu kami harus kembali ke rumah kami di Jakarta. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk berjalan kaki menuju Pantai Losari yang ternyata amat dekat dengan hotel kami. Suasana Pantai Losari amat ramai dan terdapat Masjid Raya yang baru dibangun serta Kawasan Pantai Losari yang juga baru dikeramik.

Malamnya, kami pulang ke Jakarta. Jakarta kami kembali...

KULINER
Kami juga tidak melewatkan bagian ini, yaitu KULINER. 
  1. Coto Makassar
  2. Es Pisang Ijo/ Palu Butung
  3. Konro Bakar
  4. Pisang Epe    


Senin, 09 Juli 2012

Perjalanan Hemat bersama Keluarga ke Manila dan Taipei


Perjalanan Hemat Manila – Taipei – Manila bersama Keluarga …

Hari Libur anak sekolah pun telah tiba walau tidak terasa … Tentu saja kami sekeluarga berencana untuk berpergian ke tempat dimana kami dapat mengukir kenangan yang indah bersama dengan keluarga tercinta … Setelah kami browsing internet selama beberapa waktu, kamipun mendapat inspirasi akan pergi kemana … Manila dan Taipei pada tanggal 25 Juni – 4 Juli 2012 …

HARI 1
Kami berangkat dari lapangan terbang Soekarno Hatta terminal 2 pada pukul 00.30. Walaupun keadaan diluar pesawat sangat gelap, maksudnya larut malam, hal tersebut tidak mematahkan semangat kami akan rasa kantuk yang hebat. Kami sangat berharap untuk melihat indahnya kota pertama yang akan kami tuju yaitu MANILA … {perjalanan membutuhkan waktu 3 jam 45 menit}

TIPS: Bila melakukan perjalanan malam apalagi membawa keluarga, maka akan lebih baik jika membawa bekal sekadar mengganjal perut atau membawa uang yang lebih untuk membeli makanan dalam pesawat, agar tidak kedinginan apalagi masuk angin. Sayangkan, bila hari pertama kita sakit …

HARI 2
Kami sampai keesokan harinya. Perbedaan waktu dengan Manila 1 jam lebih cepat. Sehingga saat kami tiba jam menunjukkan pukul 06.00… Tentu saja kami sangat mengantuk dan letih… Tetapi begitu kami menginjakkan kaki di NINOY AQUINO INTERNATIONAL AIRPORT, hilanglah rasa lelah kami …

Kami hendak pergi ke penginapan yang akan kami tempati … di depan bandara ada yang namanya shuttle bus (warna putih) yang akan membawa kita ke terminal busnya Manila (EDSA) dan salah satu MRT (Taft Avenue), serta jalur LRT (Taft Avenue) bus putih yang akan membawa kami seharga 20 peso per orang …

Setelah sampai, kami sarapan pagi di Chowking … Kenyang mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki MRT … Harga MRT antara 10 – 15 peso per orang tergantung jauhnya stasiun yang akan kita tuju … Kami ingin menuju Stasiun Kamuning karena disana penginapan kami berada ... Untuk sampai ke sana kami perlu mengeluarkan kocek sebesar 14 peso per orang …

Setelah sampai di tempat tujuan, kami perlu berjalan sedikit ke tempat penginapan kami … Dan kamipun beristirahat sebentar untuk memulihkan stamina …

Sore harinya kamipun tidak hanya berdiam di tempat … Kebetulan kami berada di Quezon City yang merupakan daerah yang ramai dengan makanan dan shoppingnya … Jantungnya Quezon City terdapat monumento statue Thomas, tak usah disuruh, kamipun mengambil foto disana… sambil menikmati indahnya matahari yang mulai terbenam … Kami pergi ke supermarket di Mall Terazzo untuk belanja beberapa snack … Setelah itu kami makan disekitar sana dan pulang beristirahat untuk memulai hari esok …
TIPS : 
    1.Jangan takut untuk bertanya, orang di Manila sangat ramah. Kebanyakan dari mereka bisa berbahasa Inggris … Sehingga kita tak harus berpusing – pusing mempelajari bahasa Tagalog.    2.Hati – hati dengan makanan yang kadang terbuat dari babi. Sehingga apabila kita hendak membeli makanan, ada baiknya bila kita bertanya Pork or Chicken or Beef ??                                3.Di Filipina sering terjadi cuaca yang berubah – ubah. Terkadang panas sekali dan terkadang hujan deras sekali … Sehingga sangatlah penting bila kita membawa topi dan payung {Sedia payung sebelum hujan}

HARI 3
Cuaca cerah … pertanda baik bagi kami. Langsung saja kami bergegas pergi, mumpung terik matahari belum menyengat … Kami pergi ke MOA (Mall Of Asia) yang merupakan tempat yang wajib dikunjungi apabila pergi ke Filipina dengan menggunakan JEEPNEY (Angkutan umum khas Filipina) membayar antara 7 – 8,5 peso. MOA merupakan mall yang terbesar di Asia Tenggara yang mencakup 7 kali lebih besar dari mall – mall besar di Jakarta …

Kami berjalan – jalan seputar MOA sampai rasanya kaki kamipun terasa penat. Disalah satu komplek MOA terdapat ice skatting, tapi kami memang tidak berencana untuk berselancar di atas es untuk sementara ini. Kamipun berjalan sampai keujung dari mall ini yang terdapat pemandangan pantai yang indah dan juga permainan layaknya Dufan.

Saat siang hari kamipun pergi ke Greenhills Shopping Center yang merupakan pusat perbelanjaan yang wajib dikunjungi bagi para pecinta belanja, lantaran harganya yang murah seperti Mangga Dua. Kami kesana menggunakan Jeepney kemudian kami turun untuk naik Bus karena perjalanannya cukup jauh (Harga 25 peso).
Kami berkeliling disana sampai malam, dan memutuskan untuk pulang …

HARI 4
Hari ini perjalanan yang cukup panjang. Kami pergi menggunakan MRT kembali ke Taft Avenue dan melakukan interchange LRT menuju Stasiun U.N Avenue (Jalur LRT = 15 peso). Setelah sampai, kamipun berjalan sedikit, dan sampailah kami di Rizal Park, yang didirikan untuk mengenang salah satu tokoh dan pahlawan Filipina yaitu Dr. Rizal. Didalam komplek taman Rizal kamipun berkeliling dan berfoto – foto di setiap tempat, monument, taman, dll.



Saat tengah hari setelah makan siang, kamipun berjalan sekitar 1,23 km ke kota Intromorus yang sangat terkenal dengan bangunan ala Eropanya. Setelah kami sampai, kami menyewa Tagalog Bike untuk berkeliling ke sudut dari kota – kota tersebut. Tentu saja sang pengendara Tagalog Bike dengan senang hati mengantarkan kami ke tempat yang penuh sejarah dan keindahan. Harga Tagalog Bike = 100 peso per 30 menit.
St. Agustine

Foto di salah satu gedung di Intromorus

Tagalog Bike

Katedralnya Manila

Petang hari, kami berjalan pulang kembali ke Rizal Park. Alasan kami kembali lagi ke Rizal Park untuk melihat Musical Fountain yang dapat dilihat secara Cuma – Cuma alias GRATIS… Dimulai Pukul 06.00 sore … Duduk melihat indahnya air menari – nari dan angin laut yang berhembus.

Sudah larut malam, dan kamipun harus kembali ke tempat penginapan untuk memulai hari esok yang sudah menunggu.
TIPS: Beranilah untuk tawar menawar saat hendak menyewa Tagalog bike, Tagalog Motorcycle, maupun delman…



HARI 5
Kami hari ini beristirahat total untuk persiapan penerbangan malam menuju Taiwan. Kami pergi ke Ninoy Aquino dengan menggunakan MRT ke Taft Avenue, terminal EDSA menggunakan shuttle bus (warna putih) untuk kembali ke Airport, dengan harga yang sama.
Pukul 10.22 malam kami berangkat ke Taiwan. Perjalanan memakan waktu 2 jam, dan tidak ada perbedaan waktu antara Manila dan Taipei.
Biaya Airport Tax Ninoy Aquino = 550 peso per orang

HARI 6
Kami sampai tepat tengah malam di TAO YUAN INTERNATIONAL AIRPORT. Kami pergi ke tempat penginapan kami dengan menggunakan bus menuju Taipei main station yang merupakan pusat berbagai jalur MRT, Railway station, dan terminal bus. Harga NT 125 per orang. Karena kami sampai disana dalam keadaan subuh, maka MRT belum buka (Mulai jam 06.00 pagi), akhirnya kami memutuskan berjalan kaki menuju hotel tempat kami menginap yang sangat kebetulan sangat dekat dengan Taipei Main Station. (Syukurlah). Kami melepaskan penat sejenak di hotel dan kembali lagi berjalan – jalan di sekitar hotel, yang tidak kami sangka adalah pusat kota Ximen City yang merupakan Night Market yang wajib dikunjungi dan pernah menjadi tempat syuting film F4 (Meteor Garden) …

Karena masih pagi tentu saja belum buka (Hahahaha). Kami pergi Taipei 101 dan Taipei City Hall menggunakan MRT dari Ximen St. menuju Taipei Main St. interchange menuju City Hall St.  (Harga MRT antara NT 20 – NT 50)

Taipei 101



Kami hanya perlu berjalan sedikit untuk  sampai ke tempat tujuan, sungguh sangat mudah!
Sesudah itu kami berjalan menyebrang dari Taipei 101 sekitar beberapa blok menuju Gedung Dr. Sun Yat Shen yang merupakan tokoh pendiri Negara Taiwan. Kami pun melihat – lihat ke dalam yang terdapat museum tentang beliau dan monument beliau.
Kami pulang ke hotel … 


Malam hari kami tidak mau ketinggalan menikmati indahnya night market Ximen City… Segala makanan, baju, sepatu, sandal, kerajinan tangan, lukisan, dan bahkan akrobat – akrobat pengamen jalanan yang begitu fantastis … Setelah larut malam, kami kembali ke hotel kami.

TIPS:  Faktor bahasa sangatlah diperlukan di Taiwan, Bahasa Inggris tidak terlalu dominan di Taiwan …
 
HARI 7
Kami memulai pagi hari yang cerah dengan sarapan sandwich yang lezat diujung jalan Ximen City… Kami berangkat dari Ximen st. menuju Taipei main st. interchange menuju Shilin st. Dari sana kami naik bus nomor 260 menuju Yang Ming Shan National Park … harga NT 15.
Setelah sampai, kami menggunakan bus kecil nomor 108 untuk berkeliling. Pemandangan disana masih asri dan hijau, kami tidak pernah menyesal karena berkunjung kesana! J harga NT 15.

Setelah puas melihat National park yang indah di pegunungan kami pergi ke pantai… Kembali mengggunakan bus nomor 260 ke Shilin st. naik MRT ke Taipei main.st interchange ke TamSui (biaya NT 50). Disana merupakan pemandangan yang sangat mengesankan yang pernah kami lihat. Ada gunung, ada kota, dan ada laut. Sangat jarang view tersebut didapat kalau bukan di Tam Sui. Sangat ramai dan penuh dengan jajanan pasar yang menggiurkan.
Saat sore kami memutuskan untuk pulang kembali ke Hotel …


HARI 8
Kami pergi ke  Tjiang Kai Sek Memorial Hall … yang merupakan presiden pertama di Taiwan … Kami pergi dari Ximen st. ambil jalur hijau ke C.K.S Memorial Hall … (NT 20)… seberang kompleks Tjiang Kai Sek terdapat National Central Library  …


Dari sana kami berjalan kaki sekitar 2 blok menuju tempat kediaman presiden sekarang ini bekerja … Dan setelah itu kami pergi ke National Palace Museum naik bus no 340 (NT45).
Untuk masuk ke dalam National Palace Museum kami harus mengeluarkan kocek (NT 180 – 200)…


Kami pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore …  Dan langsung menuju Tao Yuan International Airport untuk kembali lagi ke Manila … Good Bye Taiwan !

HARI 9
Tiba di Manila … hari ini merupakan hari bebas bagi kami, lantaran ingin menikmati keindahan dan kesibukan kota Manila … Kami menghabiskan waktu untuk istirahat dan berbelanja makanan untuk mengganjal perut …

HARI 10
Hari terakhir kami di Manila… Kami memutuskan untuk pergi ke Araneta Colisium yang katanya merupakan tempat dulu Moh. Ali bertanding tinju mempertahankan gelar juaranya… Araneta Colisium tidak lagi dijadikan tempat bertanding melainkan menjadi sebuah mall dan gedung theater yang megah … Cara perginya = naik MRT menuju Araneta – Cubao (12 peso)
Tidak menyesal kami kesana, untuk mencuci mata dan menghabiskan waktu bersama… Setelah puas berjalan .. Kami pulang ke penginapan dan bersiap untuk penerbangan malam … Selamat Tinggal Manila !